1. Home
  2. gaya
  3. hidup
  4. Prospek Bisnis Milenial: Menjaring Cuan dengan Ternak Lele

Prospek Bisnis Milenial: Menjaring Cuan dengan Ternak Lele

0
0

Indotnesia, YOGYAKARTA – Beberapa waktu lalu, pecel lele Malioboro sempat viral karena harganya yang mahal. Tapi di balik itu, sepertinya bisnis kuliner lele menjanjikan juga ya, apalagi masa pandemi bikin sebagian orang mulai mencoba peruntungan dengan merintis usaha sendiri. 

Kalau lele semakin digemari, kenapa nggak coba untuk ternak lele. Ada nih prospek bisnis ternak lele yang bisa dicoba di rumah. Bukan hanya karena harganya yang murah, tetapi lele juga mengandung banyak gizi bagi tubuh. Lagipula, menu lele juga cukup mudah ditemui pada warung-warung makan.

Pecel lele lamongan, warung tenda dengan menu lele ini sudah menjadi legenda kuliner Indonesia. Dengan membawa nama Lamongan, sudah pada tahu belum kalau orang asli Lamongan, katanya, malah tidak makan lele?

Pecel Lele dan Orang Lamongan

Banyak versi yang menceritakan larangan makan lele bagi warga asli Lamongan. Akan tetapi, setelah merangkumnya semua versi sama, yaitu berawal dari kisah Ki Bayapati. 

Singkat cerita begini, Ki Bayapati diminta untuk mengambil keris milik Sunan Giri di rumah milik seorang yang dikenal. Karena suatu hal, Ki Bayapati tidak bisa mengambil keris secara terang-terangan, sehingga ia menggunakan ‘ajian sirep’ dan mengambil secara diam-diam. Sang empunya rumah menyadari bahwa kerisnya diambil, ia kemudian teriak untuk memanggil warga setempat.

Ki Bayapati segera keluar untuk melarikan diri. Karena terus dikejar-kejar oleh warga, Ki Bayapati memberanikan diri untuk nyemplung ke kolam ikan penuh lele. Ki Bayapati akhirnya selamat dari kejaran warga. 

Berawal dari peristiwa itu lah, sebagai ungkapan terima kasih Ki Bayapati kepada ikan lele yang menjadi wasilah penyelamat hidupnya, bersumpah bahwa ia dan keturunannya tidak boleh memakan ikan lele. Kepercayaan ini pun masih terus ada hingga saat ini.

Mitosnya, jika melanggar pantangan memakan ikan lele, tubuh akan terasa gatal dan muncul bercak putih– mirip seperti bercak pada lele. Oleh karena itu, walaupun warga Lamongan menjual lele, tetapi mereka tidak memakan jualannya sendiri.

Balik lagi, mencoba peruntungan dengan berbisnis lele memang menjanjikan. Akan tetapi, namanya berbisnis memang selalu berada pada untung-rugi. Ternak lele juga terbilang gampang-gampang susah, tergantung bagaimana kita membudidayakannya. Jadi, apa aja ya yang harus diperhatikan kalau ingin memulai bisnis ternak lele bagi pemula?

Modal Awal

Ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan kalau mau mencoba ternak lele. Jangan lupa, yang pertama adalah niat, hehe. Selanjutnya, adalah modal. 

Modal memang menjadi aspek utama dan penting dalam memulai bisnis apapun. Begitu juga dengan bisnis ternak lele bagi pemula.

Sebagai langkah awal, modal kita gunakan untuk membangun kolam ikan atau membelinya. Jika tidak memiliki lahan yang luas, Anda dapat memanfaatkan kolam terpal sistem bioflok. Kolam lele sederhana ini juga sudah banyak dijual dipasaran, atau bikin sendiri pun tidak sulit.

Setelah mempunyai kolam, tahap selanjutnya adalah membeli bibit lele. Pastikan mencari bibit lele yang berkualitas. Bibit lele juga sudah banyak dijual di pasaran, termasuk pasar online. 

Bibit lele dijual dengan harga dan ukuran yang berbeda-beda, tergantung ingin memulai dari bibit yang sebesar apa. Jika merawatnya dengan telaten, seharusnya sama-sama mendapatkan hasil yang berkualitas.

Pemeliharaan

Jika kolam dan bibit sudah siap, sekarang masuk pada tahap yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan, yaitu pemeliharaan.

Berikan pakan ikan lele dua kali sehari. Jangan lupa juga memberikan vitamin agar hasil yang didapatkan maksimal.

Perawatan bukan hanya pada ikan, tetapi juga pada kolam agar menghasilkan ternak lele yang berkualitas. Pastikan selalu menjaga kebersihan kolam dengan membersihkannya secara rutin. Ganti air kolam jika dirasa sudah sangat kotor. Pastikan juga sirkulasi air berjalan lancar. 

Setelah berumur kurang lebih tiga bulan sejak bibit ditebar, ikan lele siap dipanen. Sebelum  dipanen, sebaiknya ikan dipuasakan terlebih dahulu, fungsinya agar ikan tidak mengalami stres saat proses pemanenan. 

Pemanenan juga dilakukan secara bertahap dengan mengosongkan air kolam terlebih dahulu. Pemanenan ikan lele tanpa persiapan  dapat membuat ikan menjadi stres dan menyebabkan kerugian. Jadi, jangan lupa untuk mempersiapkan terlebih dahulu.

Pemasaran

Pemasaran ikan lele dapat dilakukan lewat pengepul atau bisa juga langsung menawarkan ke warung atau restoran yang menyediakan menu lele. 

Hasil ternak lele juga dapat diolah sendiri menjadi berbagai produk dengan nilai tambah, seperti nugget, keripik, abon, dan masih banyak lagi. Pokoknya, tergantung bagaimana kreativitas kita dalam mengolahnya.

Manfaatkan juga media sosial dan toko online. Penjualan secara online dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Bisnis ternak lele bagi pemula memang membutuhkan kesabaran. Dari mulai penebaran bibit lele, pemeliharaan, pemanenan, hingga pemasaran membutuhkan kekonsistenan. Jadi, jangan mudah menyerah dengan keadaan.

Menanam yang baik maka akan memanen yang baik juga. Jadi, prospek bisnis ternak lele cukup menjanjikan bukan?

Dwi Wulandari Memiliki berjuta ide cerita yang siap dituangkan kapanpun dibutuhkan. Suka tertawa lepas dan seringkali receh tanpa sebab.