1. Home
  2. fakta
  3. unik
  4. Menyulap Bambu Jadi Sepeda Bernilai Tinggi
Menyulap Bambu Jadi Sepeda Bernilai Tinggi

Menyulap Bambu Jadi Sepeda Bernilai Tinggi

0
0

Indotnesia, BOGOR – Di Indonesia, bambu pada umumnya dimanfaatkan untuk membuat bilik, alat rumah tangga, ataupun permainan seperti bahan pembuatan layangan dan egrang. Tapi, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, ada sepeda yang bahan bakunya berasal dari bambu.

Jatnika Nanggamiharja adalah sosok dibalik ide pembuatan sepeda bambu. Aktif sebagai aktivis pelestarian bambu, pria yang akrab disapa Abah Jatnika ini ingin mengangkat citra bambu jauh lebih dikenal manfaatnya.

“Saya ingin mengangkat yang selama ini bambu terkesan identik dengan kemiskinan, kesengsaraan, kita angkat supaya bambu itu naik ke permukaan, memiliki kualitas dan ada harga,” ungkapnya.

Abah Jatnika juga menjelaskan bahwa bambu memiliki berbagai kelebihan. Dari kacamata estetika seni, tiap batang bambu berbeda antara satu dan lainnya. Sedangkan dari ketahanannya, tumbuhan yang identik dengan makanan Panda ini memiliki kualitas anti-patah.

“Bambu ini tidak mengenal patah, adanya rangkas atau pecah sebab dia memiliki serat,” jelasnya.

Keunikan itu membuat bambu diperlakukan khusus, mulai dari cara menebang hingga masa tebangnya. Dengan demikian, kerajinan dari bambu bisa lebih berkualitas.

Sepeda Bambu Jatnika

Dapat tumbuh baik di banyak tempat di Indonesia, bambu menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Pelestariannya juga telah diperjuangkan oleh Abah Jatnika sejak tahun 1995.

Daya tahan serta potensi bambu yang besar, menjadi salah satu alasan pendiri Yayasan Bambu Indonesia ini merealisasikan idenya menciptakan sepeda bambu Jatnika. Popularitasnya telah sampai di 26 negara di Asia, diantaranya China, Korea, Jepang dan negara Asia lainnya.

Meski laris manis hingga kancah internasional, kerajinan dari bambu ini tetap konsisten berproduksi dalam jumlah terbatas. Sebab, proses pembuatan satu buah sepeda bambu bisa menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan.

“Sepeda khusus yang memang kita produksi tidak banyak, paling banyak lima tiap tahunnya,” kata Abah Jatnika menjelaskan.

Pemilihan bambu yang tepat menjadi kunci dasar kualitas sepeda bambu Jatnika. Standarnya, sepeda ini membutuhkan bambu dengan ukuran diameter 4 cm dan 2,5 cm. Selain itu, batangnya tidak boleh berlubang dan harus berasal dari bambu tua.

Menurut Abah Jatnika, bambu yang sudah tua memiliki ciri khusus, yaitu adanya jamur di sekitar batang dan ketika dibuka seratnya berwarna coklat. Bambu tua menjadi pilihan karena daya lenturnya yang luar biasa.

“Semacam rancatan, sering dipakai maka kekuatannya akan nambah. Ini pun daya lenturnya akan luar biasa itu yang membedakan,” ujarnya.

Untuk membuat kerajinan dari bambu, proses pemilihan bambu harus benar-benar selektif. Selain itu, bambu membutuhkan treatment khusus ketika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sepeda. Sebelum dirancang, potongan bambu perlu direndam air 7 campuran herbal agar semakin kuat.

Proses panjang itu membuat sepeda bambu Jatnika layak diperhitungkan keberadaannya. Bahkan, kualitasnya tak perlu diragukan lagi karena telah lulus uji standar dari Indonesia dan Jepang. 


Jenis bambu untuk sepeda, pada umumnya adalah bambu petung. Terkenal sebagai bambu terkuat, jadi nggak heran ya jika harga sepeda bambu Jatnika dibanderol cukup mahal, yaitu 7 hingga 25 juta rupiah per unit.

Asy Syaffa Nada biasa dipanggil Syafa. Selain suka menulis, dia juga hobi gambar yang lucu-lucu. Kalau mau kenalan atau lihat koleksi gambarnya bisa cek @dudelthings