1. Home
  2. fakta
  3. unik
  4. Halo Kicau Mania, Cari Tahu Yuk Mengapa Kontes Burung Eksis di Indonesia

Halo Kicau Mania, Cari Tahu Yuk Mengapa Kontes Burung Eksis di Indonesia

0
0

Indotnesia, YOGYAKARTA – Memelihara hewan peliharaan jadi salah satu hal yang menyenangkan. Begitu juga dengan memelihara burung berkicau.

Suara burung berkicau yang merdu sangat enak untuk dinikmati dan dapat membuat diri jadi rileks. Apalagi, kicauan burung bisa juga memiliki rima atau nadanya tersendiri, layaknya manusia bernyanyi. Saat ini kicau burung bukan hanya menjadi kebanggaan peliharaan di rumah, tetapi sudah dibawa masuk ke ajang perlombaan.

Sejarah Lomba Kicau Burung

Awal mula lomba kicau burung di Indonesia tak luput dari sejarah panjang komunitas perburungan, yaitu tiga tahun setelah berdirinya Pelestarian Burung Indonesia (PBI) pada 1973. PBI adalah cikal bakal dan pelopor terselenggaranya lomba kicau burung.

Penggagas lomba kicau burung adalah para pedagang burung di Pasar Pramuka, Jakarta. Saat itu, PBI juga menjadi event organizer (EO) penyelenggaraan lomba kicau burung.

Tujuan lomba saat itu lebih kepada cara untuk meramaikan pasar burung dan memunculkan penggemar burung, sehingga dapat meningkatkan penjualan para pedagang burung

Aktivitas penyuka kicauan burung sebenarnya sudah ada sebelum PBI berdiri. Akan tetapi, saat itu belum dijadikan sebagai perlombaan, masih sebatas ajang silaturahmi saudara, teman, atau kenalan  sebagai sesama penyuka kicau burung.

Selain itu, pada awal mula terselenggaranya, lomba ini bukan hanya sekedar membandingkan kicauan tiap-tiap burung yang dibawa, tetapi juga sebagai ajang menunjukkan status sosial. Masuk golongan kaya atau miskin tergantung dari jenis burung yang dibawa.

Seiring berjalannya waktu, kesenjangan sosial itu tidak berlaku lagi. Sekarang, lomba kicau burung malah menjadi pemersatu. Para penyuka kicau burung menyebut kelompok mereka sebagai ‘kicaumania’.

Keberadaan Kicaumania juga semakin menjamur seiring dengan diadakannya lomba kicau burung di berbagai daerah dan bahkan nasional. Beberapa daerah bahkan menjadikan lomba kicau burung sebagai acara tahunan. Di Yogyakarta misalnya, sudah menjadi agenda pariwisata tahunan dan sudah berjalan 7 putaran. Pada tahun 2020 terjeda karena pandemi dan larangan berkumpul dan beramai-ramai.

Lomba Kicau Burung

Lomba kicau burung memberikan beberapa poin untuk menentukan penilaiannya. Poin-poin tersebut diisi oleh para juri yang mengamati kicauan burung yang digantung di atas tiang. Berikut  4 poin penilaian lomba kicau burung:

1. Durasi 

Penilaian berdasarkan durasi itu ketika burung mampu berkicau secara intens atau sering. Burung yang memiliki jeda kicau yang lama akan mengurangi durasi.

2. Nada/ Irama

Layaknya para penyanyi, lomba kicau burung juga dinilai berdasarkan iramanya. Irama kicauan burung yaitu, ketika burung dapat membuat berbagai variasi suara atau kicauan. 

3. Volume

Saat juri mendekat ke arah burung untuk menilai, volume kicauan juga menjadi penentu. Tentu saja, semakin keras suaranya semakin tinggi penilaiannya.

4. Fisik/ Gaya

Ternyata, selain durasi, irama, dan volume, gaya burung ketika berkicau juga dinilai. Gaya yang dimaksud, yaitu ketika burung dapat mengolah tubuh atau berkicau sambil bergerak-gerak.

Jenis-Jenis Burung Berkicau

Ada banyak jenis burung berkicau yang biasa nangkring di sangkar perlombaan. Berikut 8 jenis burung berkicau yang sering dilombakan.

1. Murai

Selain cantik karena memiliki bentuk tubuh kecil dan imut, dan warna bulu yang bagus, serta ekor panjang, burung murai juga memiliki suara yang indah apalagi jika dilatih dengan baik.

2. Anis Merah

Burung dengan dada berwarna keemasan satu ini memiliki cara unik ketika sedang berkicau, yaitu tarian khas yang mendoyong-doyongkan tubuhnya seperti sedang mabuk. Gaya burung anis merah seperti itu, biasa disebut ‘teler’.

3. Kenari

Burung kenari juga bertubuh kecil dengan suara merdu. Berwarna cerah menyala dan mudah dirawat.

4. Kacer

Burung kacer memiliki indah berwarna hitam dan putih. Burung ini sering dilombakan karena memiliki suara yang merdu dan dapat menirukan suara sekitar.

5. Cucak Rowo

Burung ini memang tidak memiliki penampilan menarik seperti lawan-lawannya, tetapi banyak dicari para kicaumania. Cucak rowo memiliki suara merdu dan seperti menggema yang dapat membuat terkesima orang yang mendengarnya.

6. Jalak Suren

Burung jalak suren sering dijadikan masteran. Suara burung jalak suren juara biasanya berbunyi nyaring. Suaranya yang merdu membuatnya mendapatkan julukan burung yang cerewet.

Dwi Wulandari Memiliki berjuta ide cerita yang siap dituangkan kapanpun dibutuhkan. Suka tertawa lepas dan seringkali receh tanpa sebab.