1. Home
  2. fakta
  3. unik
  4. Menguasai Lebih dari 4 Bahasa, Susah Nggak Sih?

Menguasai Lebih dari 4 Bahasa, Susah Nggak Sih?

0
0

Indotnesia, YOGYAKARTA – Orang yang sering menggunakan bahasa asing cenderung terlihat lebih pintar dan keren. Apalagi kalau orang tersebut menguasai banyak bahasa.

Orang yang menguasai dua bahasa disebut dwibahasa. Kalau menguasai tiga bahasa menjadi tribahasa. Lalu, apa sebutan bagi orang yang menguasai empat atau lebih bahasa?

Kemampuan seseorang menggunakan empat atau lebih bahasa disebut poliglot. Memang, belum ada kesepakatan berapa banyak bahasa yang harus dikuasai seseorang agar dapat disebut poliglot, tetapi karena belum ada penyebutan tersendiri bagi pengguna empat bahasa maka sepertinya bisa kalau dihitung dari empat.

Istilah poliglot mulai dibicarakan banyak kalangan saat seorang bernama Kardinal Giuseppe Caspar Mezzofanti yang merupakan seorang profesor bahasa Arab di Universitas Bologna menguasai kurang lebih 70 bahasa.

Hal itu menjadikan orang lain penasaran, akhirnya seorang Paus Gregorius XVI mengatur pertemuan Kardinal dengan sekelompok mahasiswa Internasional. Untuk menguji Kardinal, semua mahasiswa itu disuruh berbicara menggunakan bahasa mereka masing-masing. Semua kaget saat Kardinal dapat menjawab para mahasiswa dengan bahasa mereka sendiri.

Bukan hanya itu, pada kesempatan lain Kardinal Mezzofanti mendengar seorang cendikiawan Rusia berbicara menggunakan bahasa Ukraina, tetapi saat itu Kardinal belum menguasai bahasa itu.

Hal menakjubkan pun terjadi, dua minggu kemudian Kardinal Mezzofanti sudah mampu berbicara bahasa Ukraina, bahkan hampir seperti penutur aslinya. Kemudian sejak saat itu, poliglot menjadi perbincangan banyak kalangan.

Selain Kardinal, ada seorang pria asal Jerman bernama Emil Kreb yang mampu menguasai 68 bahasa. Kemampuan bahasanya mulai tumbuh sejak Emil berusia 7 tahun. Ia belajar dari koran berbahasa asing dibantu dengan kamus yang diberikan oleh gurunya.

Poliglot di Indonesia

Di Indonesia juga ada orang-orang seperti Kardinal Mezzofanti dan Emil yang mampu menguasai banyak bahasa, yaitu presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang mampu menguasai kurang lebih 10 bahasa.

Selanjutnya, ada Agus Salim selaku Menteri Luar Negeri Indonesia ke-3 yang menguasai kurang lebih 11 bahasa dan RM Panji Sosrokartono yang merupakan kakak dari RA Kartini mampu menguasai puluhan bahasa.

Belum lama ada seorang wanita muda asal Ambon, Gayatri Wailissa yang mampu berbicara dan menulis kurang lebih 14 bahasa. Ia mulai tertarik belajar bahasa saat usia 7 tahun. Gayatri juga sering diundang sebagai pembicara lokal maupun internasional. Akan tetapi, Gayatri tutup usia saat usianya baru 19 tahun.

Kehadiran Gayatri membuat istilah poliglot kembali ramai dibicarakan. Di Indonesia juga sudah mulai ada Komunitas Poliglot Indonesia, yang kebanyakan dari mereka menguasai 5 bahasa.

Manfaat Menguasai Banyak Bahasa

Menguasai bahasa memang sangat berguna dalam kehidupan, khususnya dalam dunia kerja. Era kini membawa kita terus berhubungan dengan orang di seluruh dunia dan kita bisa berkomunikasi kalau kita mengerti bahasanya.

Selain di dunia kerja, menguasai bahasa dapat memperluas pertemanan. Skala pertemanan kalian dapat meluas sesuai bahasa yang kita pelajari atau kuasai. Kalian juga bisa melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri tanpa takut miscommunication.

Kalau mendengarkan musik atau menonton film berbahasa asing, jadi nggak perlu capek-capek lagi membaca terjemahannya. Jadi, lebih bisa menikmati visual dan ceritanya deh.

Tentu, butuh waktu untuk mampu menggunakan banyak bahasa. Apalagi kalau sampai fasih dan menguasai baik lisan maupun tulisannya.

Ada cara kok, kalau kamu benar-benar serius ingin memiliki kecakapan menggunakan banyak bahasa. Perlu diingat, menguasai bahasa bukan hanya faktor bawaan, tetapi bisa juga dari ketekunan belajar. 

Metode Belajar Poliglot Yang Bisa Kita Coba

Mula-mula, cobalah memilih untuk belajar bahasa yang serumpun atau yang benar-benar ingin kita kuasai. Hal itu akan lebih memudahkan dan memacu semangat kita dalam belajar bahasa asing.

Coba juga untuk menggali hal-hal lain di luar bahasanya, misal budaya, tren, atau apapun. Hal itu berguna agar kita tidak bosan dan semakin tertarik belajar.

Selain itu, kalian harus konsisten mempelajarinya. Usahakan, pilihlah waktu terbaik dalam belajar saat pikiran dalam kondisi fresh supaya otak lebih mudah menerima. Lalu, jangan malas untuk mengulang kembali apa yang telah dipelajari. Sering-seringlah mempraktikannya agar kita mulai terbiasa.

Banyak wadah untuk bisa mencoba berbicara bahasa asing, seperti dengan sesama teman, bergabung dengan komunitas yang juga mempelajari bahasa asing, atau bisa melalui Skype yang bisa berkomunikasi dengan orang dari negara lain. Yang terpenting adalah jangan takut salah.

Terakhir, harus ekstra sabar. Jangan tergesa-gesa dan beralih menguasai bahasa lain, padahal satu bahasa ini belum selesai kalian pelajari sampai ke level tertentu. Selesaikan belajar bahasa satu persatu.

Intinya, tetap semangat.

Nah, kalau kalian sudah bisa mempelajari beberapa bahasa,cobalah bergabung ke Komunitas Poliglot Indonesia agar kemampuan kalian dapat bertambah dan terus terasah.

Dwi Wulandari Memiliki berjuta ide cerita yang siap dituangkan kapanpun dibutuhkan. Suka tertawa lepas dan seringkali receh tanpa sebab.